19 Agu 2024

Negeriku Kini Konoha, Ah .... Suka Kau Lah Nak Apa

| 19 Agu 2024

Oleh: Abdul Rahim



Negeriku kini serupa cerita silam,  

Di mana bayang-bayang memimpin, samar dan kelam.  

Di puncak pohon tertinggi, kau diam mengawasi,  

Namun pandangmu hanya pada cermin tua yang tak kau bagi.  


Ranting-ranting retak, meski bunga tetap tampak indah,  

Di bawahnya, akar menjerit dalam sunyi yang parah.  

Air yang dulu jernih kini terbelah,  

Mengalir ke arah yang kau pilih, jauh dari arus yang benar-benar berserah.


Kau taburkan benih kata-kata, tumbuh di atas kertas,  

Namun daun-daun tak berbuah, karena angin hanya menebar batas.  

Di tanah yang dulu subur, kini padang tandus tak berbayang,  

Dan desa ini semakin sunyi, meski tawa kalian tetap nyaring.  


Jeritan terkubur di bawah tanah yang kian padat,  

Tapi langkah kakimu tak pernah goyah, meski jalan makin sesak.  

Tangismu, seperti embun di pagi hari,  

Sekilas tampak tulus, namun lenyap di tengah hari,  

Sebab ada yang lebih besar yang kau pelihara di dalam istana tak kasat mata.  


Dan bila mereka bertanya, suka kau lah nak apa,  

Maka desiran angin menjawab, diam tak bersuara.  

Sementara itu, rakyat tetap menanam di tanah yang hampa,  

Menunggu kapan angin akan berbalik arah, membawa kembali yang hilang di mata.  


Di tempat yang sama, mereka berdiri tegak tanpa kata,  

Sebab yang sebenarnya terluka tak selalu tampak oleh mata.  

Dan mungkin esok, dalam sunyi yang telah lama terjaga,  

Akan muncul fajar baru, yang menggantikan mereka di atas menara.


Puisi di atas adalah salah satu contoh kritik atas ketidakpuasan rakyat kecil terhadap kinerja dari para pemimpin yang kurang amanah. Semoga dapat menginspirasi.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar