Topic diskusi :
1. Sebagai seorang guru, apakah Saudara pernah mengalami kesulitan dalam mengajarkan teks cerita rakyat dan puisi di SD kelas tinggi?
2. Bagaimana solusi yang Saudara lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?
Kesimpulan :
Sebagai seorang guru yang mengajar di kelas tinggi, pastinya pernah mengalami kesulitan dalam mengajarkan teks cerita rakyat dan puisi. Hal ini dikarenakan beberapa hal yang menjadi pokok permasalahannya, yaitu :
- Tingkat kemampuan membaca secara lancar pada setiap siswa berbeda-beda. Bahkan di kelas 5 yang pernah saya ampu, terdapat seorang siswa yang memiliki kelemahan dalam berkomunikasi dan berbahasa verbal seperti teman yang lainnya. Sehingga siswa tersebut sulit untuk dimintai membaca puisi secara langsung.
- Minat baca untuk setiap peserta didik berbeda, bahkan ada yang sangat rendah minatnya dalam membaca.
- Kemampuan imajinatif siswa yang masih kurang.
- Tingkat percaya diri siswa masih belum maksimal.
- mempertahankan tingkat konsentrasi peserta didik untuk terus fokus terhadap cerita yang sedang dibacakan
- Kurangnya anak dalam memahami makna dan kata
- kefasihan membaca semua siswa di kelas berbeda-beda
Adapun solusi yang dapat di lakukan adalah :
- Melakukan komunikasi dengan orang tua murid yang mengalami keterlambatan berbicara secara verbal dan mencari solusi bersama-sama. Sehingga dapatlah kesimpulan bahwa siswa tersebut memang tidak mampu mengungkapkan puisi maupun cerita secara lisan, namun dapat menuliskan puisi bahkan mengarang cerita pendek dengan baik.
- Memupuk minat baca siswa dengan melakukan gerakan literasi 15 menit sebelum pelajaran di mulai. Dan memberikan buku catatan batas kegiatan membaca. Kemudian, setiap minggunya akan diadakan kegiatan “menceritakan kembali” buku yang sudah mereka baca. Serta memberikan reward berupa hadiah bagi siswa yang dapat menyelesaikan membaca buku dan dapat menceritakan kembali buku yang dibacanya dengan baik.
- Menggunakan video pembelajaran terkait bagaimana seseorang membaca puisi, membaca cerita rakyat, dan bagaimana cara menceritakan kembali cerita yang sudah mereka baca. Hal ini dapat menarik dan memotivasi siswa dalam mempelajari cara membaca teks yang baik dan membaca puisi.
- Meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan melakukan komitmen dengan seluruh anggota kelas. Bahwa setiap teman yang maju ke depan ataupu sedang berbicara, maka tidak ada yang boleh mentertawakan apalagi mengejek. Karena sekolah tempat saya mengajar merupakan sekolah ramah anak. Jadi siswa sudah memahami apa itu bullying. Sehingga mereka tidak melakukan hal yang dapat dikategorikan bullying di sekolah dan di kelas. Sehingga siswa yang awalnya tidak percaya diri karena takut diejek tidak lagi mengalami hal tersebut.
- Untuk melatih kemampuan imajinatif siswa dapat membacakan teks cerita rakyat, tetapi tidak sampai selesai. Lalu siswa diminta melanjutkan cerita tersebut, dengan demikian siswa dapat melatih imajinasinya untuk merangkai cerita dan merangkai kata-kata .
- memanfaatkan variasi media pembelajaran untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam pembelajaran teks cerita rakyat, misalnya dengan video animasi, menggunakan boneka tangan, boneka jari, gambar berseri, dan juga dapat memanfaatkan media lainnya yang menarik. Untuk mengajarkan cara membaca puisi, dapat dilakukan dengan memandu anak-anak untuk menandai dulu kata bagian mana dalam lirik-lirik puisinya yang perlu dibacakan dengan penekanan, dengan pelan, dan sebagainya.
- Berkaitan dengan kendala kurangnya kemampuan dalam memahami makna dan kata, dapat menggunakan metode pembelajaran yang bersifat induktif. Artinya, kenalkan dulu kata-kata yang ada dalam benda dan lingkungan sekitar, setelah itu anak dapat diarahkan untuk memahami materi yang berkaitan dengan kata-kata dan makna tersebut. Sehingga mereka dapat memahami makna dan kata dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan dan kesehariannya. Setelah itu bisa dikaitkan dengan materi pembelajaran.
- Untuk melatih kefasihan dalam membaca secara individu, kita dapat menggunakan cara latihan terstruktur secara teratur dengan dilengkapi catatan perkembangannya. Selain itu, juga dilakukan tutor sebaya agar siswa yang sudah lancar dan fasih dapat membantu siswa lain yang masih kurang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar